Tampilkan postingan dengan label tugas #IBD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas #IBD. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Mei 2011

manusia dan kegelisahan

Pada dasarnya setiap manusia itu pasti saja memiliki suatu keadaan dimana dirinya diikuti oleh rasa gelisah. Ya akan tetapi kegelisahan itu juga pasti ada sebabnya. Sebab dari rasa gelisah itu bisa bermacam-macam, bisa karena suatu kebohongan atau sampai suatu kejahatan. 

Kegelisahan pada diri manusia biasanya sangat erat kaitannya dengan sebauh kata “Tanggung Jawab”. Baik secara individual, sosial maupun religius. Jika usaha yang telah kita lakukan untuk mempertanggung jawabkan mengalami kesulitan dan kendala, kegagalan atau tidak berhasil maka secara langsung otak kita akan terkoneksi dengan yang direspon “Kegagalan dan permasalahan”. Dengan kata lain terkoneksi dengan hati, perasaan dan pikiran. Baik disadari atau tidak disadari. Begitu pula jika yang telah dilakukan telah memcapai titik maksimum dan berhasil maka kita sendiri tidak luput dari permasalahan dan kegelisahan, sebagai conth kegelisahan untuk mempertahankannya dan sebaginya.
 
  • Kecemasan obyektif 
adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalamdunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam utnuk mencelakakannya.Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata, bahwa seseorang mewarisikecenderungan untuk menjadia takut kalau ia berada dekat dengan benda-benda tertentu dalam keadaan tertentu darilingkungan..

  • Kecemasan neorotis
timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah Menurut Sigmund Freud kecemasanini dibagi tiga macam yakni; kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, bentuk ketakutan yangirasional (phobia) dan rasa takut lain karena gugup, gagap dan sebaganya.

  • Kecemasan moril
disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam=macam emosi atnra lain:isri, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang. Semua itu merupakan sebagian dari pernyataan individu secarakeseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat. Sikap seperti itu sering membuat orang merasa kwatir, cemas, takutgelisah dan putus asa.Bila dikaji sebab-sebab orang gelisah adalah karena hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman
dari dalam maupun dari luar. Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama dimulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.

Dari semua itu bisa disimpulkan apa yang telah dibahas diawal tulisan memang benar adanya. Pada diri manusia pasti ada suatu rasa kegelisahan, entah apapun sebabnya. Mungkin kebanyakan rasa kegelisahan dalam diri manusia itu tibul dari suatu rasa pengharapan atau keinginan akan sesuatu yang kadang berlebihan dengan demikian akan timbullah suatu kegelisahan didalam dirinya.

Karena itu mulainya untuk hidup damai, aman, sentausa ....  hhhhe

Rabu, 18 Mei 2011

manusia dan tanggung jawab serta pengabdian

Manusia, tanggung jawab dan pengabdia. Pasti kita semua tahu arti dari masing-masing kata itu, tapi apakah kita tahu bagaimana cara menerapkannya dalam hidup ini??? tentu jawabannya terdapat pada diri kita masing-masing.


Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatu, sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab juga merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban. Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksa tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawabitu dapat dilihat dari dua sisi yaitu dari sisi yang berbuat dan dari sisi yang kepentingan pihak lain.   


Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu hakekatnya adalah rasa tanggung jawab, apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi kepada keluarga. Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan, mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja Pengabdian kepada agama atau kepada Tuhan terasa menonjolnya seperti yang dilakukan oleh para biarawan dan biarawati.  Pengabdian dapat juga diartikan sebagai pilihan hidup seseorang apakah ingin mengabdi kepada orangtua, kepada agama dan Tuhan ataupun kepada bangsa dan negara dimana pengabdian akan mengandung unsur pengorbanan dan kewajiban untuk melakukannya yang biasanya akan dihargai dan tergantung dari apa yang diabdikannya. Sebagai contoh, bila orang tua mengabdi untuk mengasuh anak-anaknya berkemungkinan besar nanti anak-anaknya akan berbakti juga kepada kedua orangtuanya, biarawan/wati yang mengabdi kepada agama dan Tuhannya nantinya akan dibalas amalannya di surga, ataupun pengabdian seorang pegawai negeri pada bangsa dan negaranya biasanya akan diberi semacam penghargaan atau tanda jasa dari negara yang bersangkutan.

Untuk menerapkan tanggung jawab dan pengabdian, pastinya kita perlu akan suatu kesadaran. Kesadaran itu sendiri memiliki arti suatu sikap mengetahui dan melaksanakan apa yang harus dia lakukan dalam suatu keadaan. Setap diri individu wajib mengetahui apa yang harus dilakukan dalam kehidupannya. Sadar akan apa yang harus dilakukan adalah sadar akan tanggung jawab masing-masing individu.

Dapat disimpulkan bahwa sebagai manusia kita perlu memiliki suatu rasa tanggung jawab dan penggabdian. Karena bila kita memiliki suatu rasa tanggung jawab dan pengabdian akan sesuatu, INSYA ALLAH hidup kita akan menjadi lebih tersusun rapih dan juga akan terasa bermakna.


Selasa, 19 April 2011

manusia dan pandangan hidup

Kali ini yang akan dibahas adalah menusia dan pandangan hidup. Karena setiap manusia memiliki pandangan hidup nya masing-masing. Setiap manusia memiliki berbagai penglihatan untuk memandang akan sesuatu walaupun itu adalah pandangan hidupnya.

Pandangan hidup adalah sesuatu hal yang bisa dibilang sulit untuk dijabarkan. Namun sebagai garis besar pandangan hidup dapat diartikan sebagai pendapat mengenai pandangan, arahan, ataupun pedoman sebagai pegangan hidup. Pendapat itu mungkin bisa didapat dari pengalaman hidup atau arahan yang didapat seseorang dari segi apapun.

Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk_yang disebut pandangan hidup.

Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasaikan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :

(A) Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
(B) Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norms yang terdapat pada negara tersebut.
(C) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka pandangan hidup itu disebut ideologi. Jika organisasi itu organisasi politik, ideologinya disebut ideologi politik. Jika organisasi itu negara, ideologinya disebut ideologi negara.

Langkah Langkah Berpandangan Hidup Yang Baik
Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memperlakukan pandangan hu\idup itu tergantung pada orangh yang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana tujuan dan ada pula yang memperlakukan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.
Ada langkah langkah untuk mendapatkan berpandangan hidup yang baik yaitu:
• Mengenal
• Mengerti
• Menghayati
• Meyakini
• Mengabdi
• Mengamankan
Dapat kita simpulkan bahwa setiap manusia itu dapat mengambil suatu arti akan pandangan hidup dikarenakan hal yang mungkin pernah dia lihat ataupun pernah dia alami. Namun biasanya pandangan hidup pada diri manusia dari awal manusia dapat berfikir akan sesuatu.

Selasa, 12 April 2011

manusia dan keadilan

Pada pembahasan kali ini saya ditugaskan untuk menulis mengenai manusia dan keadilan. Bagaimana hubungan keadilan terhadap manusia??? Dari mana dapat dilihat adanya keadilan terhadap setiap individu-individu. Karena itu pada kali ini saya ingin mencoba mengulas lebih mendalam mengenai keadilan terhadap manusia. 

1. Keadilan

Keadilan dapat didefinisikan sebagai landasan suatu kebenaran terhadap terhadap suatu hal, baik terhadap manusia maupun terhadap benda. Keadilan juga harus memiliki suatu keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Beberapa pengertian Keadilan menurut para Tokoh, antara lain :
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama. kalau tidak sama, maka masing-masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran tcrhadap proporsi terscbut berarti ketidak adilan.
Keadilan menurut Plato diproyeksikan pada diri manusia schingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan difi, dan perasaannya dikendalikan oleh akal. 
Keadilan menurut Socrates yang mcmproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan balk. Mengapa diproyeksikan pada pemerintah, sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika inasyarakat.
Keadulan menurut Kong Hu Cu  Keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah mclaksanakan kcwajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.

    Dari teori-teori mengenai arti dari keadilan, timbul suatu pertanyaan. Apakan sudah terdapat suatu keadilan yang seimbang di negara kita???

    Kalau dilihat dari keadaan-keadaan yang ada pastinya kita dapat menyimpulkan bahwa keadilan yang ada dinegara kita belum sepenuhnya sempurna. Mengapa demikian???Hal itu dapat dipastikan karena adanya faktor internal. Sebenarnya dengan kurang adanya keadilan-keadilan yang diberikan oleh para petinggi negara atau aparat hukum kepada semua kalangan warga negara, yaitu wagra golongan atas, wagra golongan menengah, dan warga golongan bawah lah yang membuat negara kita miskin akan keadilan. Karena itu semualah yang membuat seuatu keadilan tidak hanya di wilayah hukum tidak berkembang, tetapi keadilan dalam pekerjaanpun demikian. Kalau ingin diulas lebih dalam, sebenarnya masih banyak sekali kekurangan dalam keadilan dalam segi apapun.

    Contoh :
    Berawal dari hukum yang kecil seperti tidak melanggar peraturan lalu lintas saja sulit dihilangkan. MENGAPA HAL ITU BISA TERJADI???? Sebagian dari mereka berpendapat "ah ditilang tinggal nego..."  ada juga yang bilang " alah bokap gw atau om gw jendral ini" atau apalah ....
    Dari hal kecil seperti itulah yang membuat hukum-hukum di negara kita ini lama-lama berkurang. Dalam hal itu siapa yang harus DISALAHKAN???? Jawaban tergantung pendapat masing-masing orang....

    Dan sekarang contoh yang paling terlihat dinegara kita tidak adanya keadilan, yaitu ingin dibangunnya GEDUNG DPR . Para petinggi negara yaitu anggota dewan berpendapat dengan adanya Gedung DPR yang baru makan kinerja mereka akan lebih baik, karena fasilitas yang mereka miliki sekarang mereka anggap kurang layak untuk menunjang kinerja mereka. Akan tetapi mereka tidak berfikir untuk memperbaiki nasip warga negara yang hidupnya terlunta-lunta dijalan. Anak-anak yang tidak bisa sekolah karena tidak adanya bisaya. Apakah mereka pernah berfikir untuk memperbaiki nasip orang-orang itu???HANYA MEREKA DAN TUHAN YANG TAHU...

    Dari semua itu pastinya kita semakin sadar bahwa kurangnya suatu keadilan terhadap manusia. Benahilah suatu sistim keadilan maka negara kita juga akan berangsur-angsur membaik, dari segi HUKUM!!!
    Diharapkan bagi para petinggi negara tidak hanya memikirkan untuk diri meraka saja, tetapi diharapkan agar dapat melihat akan nasip para warga yang masih memerlukan bantuan, yang terlunta-lunta dijalan.

    Selasa, 15 Maret 2011

    manusia dan penderitaan

    Sebelumnya saya telah menuliskan apa itu manusia dan keindahan. Pada kali ini saya mencoba untuk menuliskan antara manusia dan penderitaan. 

    Manusia merupakan mahkluk ciptaan Allah yang diberi roh dan memiliki drajat yang tinggi dibandingkan mahkluk lainnya.
    Keindahanitu berasal dari kata indah, yang artinya bagus, cantik, elok, molek dan lain sebagainya. Namun sebenarnya keindahan itu tidak bisa dijabarkan. Keindahan itu bisa kita lihat dan kita nikmati namun tidak bisa kita sentuh atau kita raba. Suatu keindahan itu bisa kita sentuh atau kita raba bila suatu keindahan itu telah menjadi suatu objek.

    Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu perristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
    Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.

    Penderitaan dan Kasihan
    Kembali kepada masalah penderitaan, muncul Nietzsche yang memberontak terhadap pernyataan yang berbunyi: “Dalam menghadapi penderitaan itu, manusia merasa kasihan”. Menurut Nietzche, pernyataan ini tidak benar, penderiutaan itu adalah suatu kekurangan vitalitas. Selanjutnya ia berkata, “sesuatu yang vital dan kuat tidak menderita, oleh karenanya ia dapat hidup terus dan ikut mengembangkan kehidupan semesta alam. Orang kasihan adalah yang hilang vitaliatasnya, rapuh, busuk dan runtuh. Kasihan itu merugikan perkembangan hidup”. Sehingga dikatakannya bahwa kasihan adalah pengultusan penderitaan. Pernyataan Nietzsche ini ada kaitannya dengan latar belakang kehidupannya yang penuh penderitaan. Ia mencoba memberontak terhadap penderitaan sebagai realitas dunia, ia tidak menerima kenyataan. Seolah-olah ia berkata, penderitaan jangan masuk ke dalam hidup dunia. Oleh karena itu, kasihan yang tertuju kepada manusia harus ditolak, katanya.
    Pandangan Nietzsche tidak dapat disetujui karena: pertama, di mana letak humanisnya dan aliran existensialisme. Kedua, bahwa penderitaan itu ada dalam hidup manusia dan dapat diatasi dengan sikap kasihan. Ketiga, tidak mungkin orang yang membantu penderita, menyingkir dan senang bila melihat orang yang menderita. Bila demikian, maka itu yang disebut sikap sadisme. Sikap yang wajar adalah menaruh kasihan terhadap sesama manusia dengan menolak penderitaan, yakni dengan berusaha sekuat tenaga untuk meringankan penderitaan, dan bila mungkin menghilangkannya

    Kekalutan Mental

    Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar. Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
    1. Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
    2. Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah

    Jadi sebenarnya disetiapa kehidupan pasti ada suatu derita, dan yang menyebabkan derita itu tidak lain adalah manusia itu sendiri. Mengapa demikian, karena kebanyakan dari manusia tidak bersyukur akan hasil dan kehidupan yang dia miliki. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa,  atau ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, mislanya anti kawain atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup, dan sebagainya. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin  timbul sikap keras atau sikap anti. Misalnya sifat anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa, dan lain-lain. 

    manusia dan keindahan

    Kali ini saya akan mencoba untuk menulias apa itu keindahan, dan apa hubungan keindahan itu dengan manusia. Apakah terdapat hubungan didalamnya atau tidak???...

    Manusia merupakan mahkluk ciptaan Allah yang diberi roh dan memiliki drajat yang tinggi dibandingkan mahkluk lainnya.
    Keindahanitu berasal dari kata indah, yang artinya bagus, cantik, elok, molek dan lain sebagainya. Namun sebenarnya keindahan itu tidak bisa dijabarkan. Keindahan itu bisa kita lihat dan kita nikmati namun tidak bisa kita sentuh atau kita raba. Suatu keindahan itu bisa kita sentuh atau kita raba bila suatu keindahan itu telah menjadi suatu objek.

    Keindahan alam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah, kebajikan yang indah. Orang Yunani dulu berbicara juga tentang buah pikiran yang indah dan adap kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal keindahan dalam arti estetis yang disebutnya “symetria” untuk keindahan berdasarkan penglihatan dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran. Jadi pengertian keindahan seluas-luasnya meliputi : keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral dan keindahan intelektual.


    Selain itu menurut luasnya dibedakan pengertian:


    1. Keindahan dalam arti luas.
    Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan.bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.
    . Jadi pengertian yang seluas-Iuasnya meliputi :
    · keindahan seni
    · keindahan alam
    · keindahan moral
    · keindahan intelektual.

    2. Keindahan dalam arti estetik murni.
    Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dellgan se:gala sesuatu yang diserapnya.

    3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.
    Keindahan dalam arti yang terbatas, me~punyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut bendabenda yang dapat -diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengarnat.

    Lalu apa hubungan antara manusia dan keindahan??? Apa ada keterkaitannya???
    Ya....TENTU ADA. Karena manusialah yang secara tidak langsung banyak menciptakan suatu keindahan.

    Apa sebab manusia menciptakan keindahan ?

    1.Tata nilai yang telah usang 
    2.Kemerosotan zaman 
    3.Penderitaan Manusia 
    4.Keagungan Tuhan

    Keindahan Alami dan Keindahan Buatan :

    1. Secara alami  : Manusia menaruh rasa kagum atas keindahan alam yang merupakan ciptaan dari Yang Maha  Kuasa.
    2. Buatan tangan : Karya seni yang memiliki nilai estetika yang dapat dinilai oleh manusia.
      Dengan keindahan manusia juga dapat mengekspresikan perasaan indah tersebut melalui berbagai hal yang mengandung unsur estetis yang dinilai secara umum oleh masyarakat.

      Pada dasarnya antara manusia dan keindahan itu pasti ada hubungan yang bisa dibilang alamai. Karena didalam diri manusia telah tercipta suatu keindahan sejak kita lahir. Suatu keindahan itu telah diberikan oleh ALLAH kepada setiap umatnya. Karena itu janganlah kita sia-siakan apa yang telah kita miliki.

      Selasa, 15 Februari 2011

      manusia dan cinta kasih

      manusia, cinta, dan kasih memiliki arti yang pasti berbeda. Namun antara cinta dan kasih memiliki makna yang bisa dibilang hampir sama ... dari segi sebelah manakah itu??? karena itu kita perlu menjabarkan itu semua. Saya akan mencoba menulis mengenai hubungan antara manusia dengan cinta kasih...

      manusia merupakan mahkluk ciptaan Allah yang diberi roh dan memiliki drajat yang tinggi dibandingkan mahkluk lainnya. Manusia memiliki perasaan ... sedikitnya seperti cinta kasih.
      Lalu apa cinta kasih itu ...(?)

      Senin, 14 Februari 2011

      manusia dan kebudayaan

      Manusia dan kebudayaan merupakan dua pernyataan yang bisa dikatakan memiliki arti yang pasti berbeda. Namun kalau kita lihat dan kita ulas antara manusia dan kebudayaan pasti memiliki suatu keterikatan. Dalam tugas IBD ini saya akan mencoba untuk mengulas perbedaan dan keterikatan tersebut.

      Manusia memiliki arti dari masing-masing istilah, yaitu dari istilah biologis, rohani, dan kebudayaan.
      Dan dari istilah-istilah itu saya mengambil kesimpulan bahwa manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang memiliki drajat tertinggi dibandingkan mahkluk apapun.
      Diberdayakan oleh Blogger.